Saat Para Perempuan Menjadi Penguji Alat Bantu Sex

Kamis, September 10th 2015.

jual dildo coklatBukan berita yang tabu maupun berita yang aneh mengenai alat bantu seks yang kian diminati oleh banyak perempuan serta lelaki di seluruh dunia.

Di Inggris saja, sekitar 4 juta alat bantu sex yang diproduksi serta dijual secara umum setiap tahun-nya, jumlah penjual-an yang terus me-ningkat. Peningkat-an di per-kira-kan secara global lebih dari 7 kali lipat dalam setiap tahun-nya.

Data itu belum di tambah dengan produksi dari negara Jepang se-bagai salah satu produsen sex toys dunia, kemudian Cina peng-hasil alat bantu sex terbesar saat ini, serta Amerika Serikat tentunya.

Bahkan nyaris hampir di setiap negara-negara besar serta ber-kembang di dunia, ter-dapat pabrik yang mem-produksi sex toys bagi perempuan serta pula lelaki. Brasil saja, selain sex toys jenis-jenis yang umum, mereka pun mem-produksi model semacam pemain-pemain bola mereka.

Di Jakarta pula, kita mampu me-lihat pula jumlah para penjual alat bantu seksual ini baik yang terang-terangan men-jual-nya maupun yang se-cara senyam-senyum.

Menurut salah se-orang penjual, sehari ter-kadang dia bisa dapat pembeli antara 5 sampai 10 orang, yang rata-rata yaitu perempuan muda. Bila satu alat yang dijual ber-kisar antara 350 ribu rupiah, maka bisa di bayangkan bila terdaat 10 pembeli, maka lumayan-lah hasil yang di dapatnya dalam se-hari.

Nah, di balik alat-alat bantu yang di produksi serta dijual di seluruh penjuru dunia itu, kita pasti enggak bisa me-lupa-kan peran para tester. Sebaik serta se-bagus apa juga se-buah hasil produksi, tanpa diuji coba-kan ter-lebih dulu, pasti hasil-nya akan me-ngecewa-kan para konsumen.

Inilah cerita mereka para penguji alat bantu seksual se-belum alat itu diproduksi masal serta di pasar-kan.
Mereka ialah para perempuan yang men-jadi kelinci per-cobaan alat bagi mereka sendiri. Nanti-nya sesudah mereka uji coba-kan sendiri, mereka di wajib-kan buat segera me-laku-kan review serta komentar atas produk itu.

Mereka ber-tanggung jawab atas ke aman-an serta ke-nyaman-an pemakaian alat itu pada konsumen, mereka juga yang mereview apa-kah alat itu bisa me-muas-kan, ter-masuk apa kelemah-an dari alat-alat itu.

Pertama perempuan single dan cantik ber-nama Nat Garvey yang masih berusia 24 tahun, cewek ini menjadi salah satu peng-uji alat bantu seksual pada salah satu perusahaan sex toys.

Nat Garvey sudah meng-uji lebih dari 1.000 model mainan seksual sejak dia bekerja sebagai alat sex toy tester di toko dewasa online 2 tahun yang lampau.

Dengan gaji se-besar 25.000 poundsterling ataupun antara Rp 360 juta se-tahun, dia dengan senang serta pula amat menikmati pekerjaan-nya dengan benda-benda aneh itu.

“Saya bukan pecandu seksual, saya hanya cewek normal yang juga pasti membeli sex toys,” kata Nat Garvey, yang tinggal di Truro, Cornwall, semacam di lansir dari Thesun.

“Sex toys enggak tabu, perempuan tanpa ataupun dengan pasangan harus mengerti berapa banyak mainan seksual yang mampu mem-perkaya ke-hidupan mereka. Tugas saya ialah m-enemu-kan alat yang baik dipakai buat orang-orang dari segala umur. Saya me-nilai alat sex toys serta meng-ajukan lapor-an secara minggu-an,” kata Nat Garvey.

Ke-dua Saucy Emma Richards (20 tahunan) men-cerita-kan, bahwa dia men-jadi tester alat bantu sex toys disebabkan enggak sengaja serta di tambah dengan persoalan pribadi.

Tugas-nya sebagai penguji alat bantu sex toys ber-mula saat men-jelang Hari Valentine tahun lalu dia ber-niat mem-beli beberapa baju mewah.

Tetapi ter-nyata bukan baju yang dia bawa pulang melain-kan alat bantu seksual atau mainan sex toys.
Pekerja-an yang di jalaninya enggak menuntut Emma harus pergi ke kantor, namun dia mampu bekerja  di rumah saat kiriman paket dari alat bantu seksual itu telah di terima-nya.

Beragam model mainan seksual yang di terima Emma dapat membikinnya me-rasa-kan 3 kali orgasme se-tiap minggu-nya. Tetapi enggak di sebut-kan berapa jumlah jenis alat yang sudah dia lakukan test sampai saat ini.

Meskipun begitu, Emma me-ngaku sering me-nyem-bunyi-kan paket yang di terimanya dari orang tua-nya sebab malu serta takut. Meskipun begitu dia ber-sumpah akan tetap me-laku-kan pekerjaan-nya, jika beberapa orang me-nganggap-nya se-bagai tugas cabul serta aneh.

Ketiga yaitu perempuan nama cantik yang sudah me-nikah bernama Cara Houiellebecq berusia 34 tahun.
Dia memakai alat bantu seksual dari usia 17 tahun, dengan alat bantu seksualnya yang pertama berwujud makan-an kelinci yaitu wortel.

Cara me-ngatakan bahwa hingga dengan sekarang ini sejak men-jadi tester alat bantu seksual, dia sudah melakukan uji alat se-banyak 2000 jenis alat bantu seksual bagi perempuan.

Sebelum-nya Cara bekerja di se-buah bank, rutinitas serta keperluan hidup yaitu yang membikin diri-nya me-rasa bosan serta jenuh. Kemudian dalam blog pribadi-nya, ia me-nulis-kan review me-ngenai bendda seks toys yang dipakainya, ber-awal dari sana-lah, ia di lirik oleh perusaha-an mainan “ajaib” itu, dengan ber-ujung menperoleh gaji kurang lebih antara dengan 300 juta per-tahun.

Ber-beda dengan para tester lain-nya, Cara bekerja enggak sendiri, ia di bantu oleh sang suami, yang men-dukung penuh pekerja-an aneh sang isteri. Bahkan suami-nya lah yang mem-bantu meng-uji-kan alat itu kepada diri-nya.

Pasti masih banyak lagi para perempuan tester alat sektoys di seluruh penjuru dunia ini, tetapi se-dikit saja yang mampu penulis peroleh, ke-mungkin-an lain waktu mampu kita tulis-kan kembali.

Informasi mengenai alat bantu sex pria dan wanita serta cara pesan silahkan hubungi kami di 085311726777 Pin BBM DA7E3A23

Share