Isu Serta Mitos Seputar Vibrator Penggetar

Minggu, September 6th 2015.

pink vibrating

Memang vibrator masih di anggap tabu di lingkungan masyarakat sekitar kita, akhirnya tak banyak yang mengerti vibrator secara menyeluruh. Alat bantu sex yang satu ini masih di pandang lewat ber-bagai tabir mitos yang me-lingkupi-nya. Dilansir dari psychologytoday dot com, yuk pahami vibrator dengan betul.

Vibrator bisa meng-akibat-kan ketergantungan

Banyak perempuan di Amerika yang amat menyenangi vibrator, tetapi itu hanya-lah pilihan pribadi Anda, Sesuatu di nyata-kan sebagai pecandu apa-bila dosis pemakaiannya harus terus di tambah-kan bagi men-dapat-kan efek yang di ingin-kan selama rentang waktu pemakaian alat itu. Vibrator, di sisi lainnya, dipakai bagi meng-eksplorasi sensitivitas sensual se-orang perempuan, serta banyak yang akhir-nya dapat me-nikmati ke-puas-an tanpa bantu-an vibrator lagi.

Vibrator membikin alat genital kebas

Hal ini dapat ter-jadi, tetapi jarang ditemui. Pemakaian yang ber-lebih-an dalam jangka waktu yang lama serta terus menerus mampu memikin klitoris serta vulva Anda mati rasa. Misal-nya, pemakaian dalam BDSM (Bondage Sado-Masochist) yang kadang ber-tujuan bagi “menyiksa” partner seks se-belum mem-beri-nya ke-nikmat-an.

Vibrator mampu menyebabkan infeksi saluran kemih

Infeksi ini dikarenakan oleh keluar-nya bakteri pen-cerna-an saat pem-buang-an sisa makan-an. Sehingga, terusan dubur serta kulit di sekitar-nya ter-kontaminasi oleh bakteri itu. Bila sebuah vibrator, dilator, maupun apa saja terkena kontak dengan bakteri itu, kemudian menyentuh vulva, bakteri itu bisa berenang menuju uretra serta me-nyebab-kan infeksi. Hal ini lebih dikarenakan oleh ke-ceroboh-an pemakai dari pada vibrator itu sendiri.

So, Wanita, masih takut kah bagi membeli vibrator?

Informasi mengenai alat bantu sex pria dan wanita serta cara pesan silahkan hubungi kami di 085311726777 Pin BBM DA7E3A23

Share