Fenomena Aneh Mengenai Boneka Sex

Kamis, Maret 16th 2017.

boneka sex ayu

Sex melambangkan gairah alamiah yang dimiliki oleh semua manusia. Nyaris setiap pasangan yang ada di seantero pelosok didunia menikmati dalam melakukan hubungan intim. Beberapa meyakini bahwa hubungan sex pasangan suami istri mampu membuat rumah tangga mereka semakin mesra.

Banyak cara yang dilakukan oleh setiap pasangan buat memperoleh kepuasan ketika bercinta, seperti halnya mengganti posisi hubungan sex, memainkan lagu yang romantis, maupun meng-ganti keadaan.

Beberapa percobaan juga dilakukan supaya pasangan mereka dapat meraih puncak orgasme.

Meskipun begitu adakalanya terdapat beberapa masalah aneh serta menakutkan yang dilakukan seseorang maupun kalangan, dalam percobaan mereka tentang sex.

Seperti yang dilansir dari Listverse [dot] com, terdapat banyak penyalahgunaan sex yang telah dilakukan dengan beragam tujuan, baik itu untuk kebutuhan bersama ataupun sendirian. Seperti halnya mempersiapkan boneka sex buat menjaga terjadinya penularan penyakit.

Berikut merupakan fenomena aneh mengenai moneka sex :

Boneka sex nazi

Pada masa gahulu, sipilis adalah ancaman yang angat mematikan. Bukan seperti saat ini yang dapat diobati dengan antibiotik, dahulu penyakit tersebut termasuk dalam kelompok penyakit yang sangat menakutkan.

Pada masa perang dunia II sedang terjadi, para prajurit umumnya akan ditunggu kedatangannya oleh pekerja sex komersial (PSK) setiap mereka baru saja kembali dari medan perang.

Akan tetapi, karena munculnya penyebaran virus sipilis, Nazi memutuskan buat membikin sebuah boneka sex.

Kabarnya Adolf Hitler juga memerintahkan membuat boneka sex. Bos Nazi tersebut memberikan perintah kepada seorang komandan SS buat mendesain alat tersebut agar digunakan para tentara Germany dalam Perang Dunia II, buat menghentikan mereka memuaskan hasrat pada wanita non-Arya.

Boneka sex itu ialah langkah dari “the Borghild Project”, sebuah misi rahasia pada tahun 1940 yang merupakan sebuah pemikiran dari pemimpin SS Heinrich Himmler, yang menjadikan orang pertama yang mengingatkan Hitler akan bahayanya sifilis.

“Bahaya paling besar di Paris merupakan adanya PSK yang meluas serta tidak terkontrol,” ungkap Himmler diinformasikan dalam sebuah laporannya.

Proyek itu fokus pada pembuatan boneka seks yang bisa dimasukkan kedalam tas ransel para prajurit. Artis dari Hongaria, Kathy von Nagy mulanya dilirik untuk dijadikan sebagai model. Akan tetapi sang artis menolak, kemudian Nazi memilih karakter seperti perempuan pirang yang bermata biru.

Sejumlah 50 boneka seksual dipesan bagi prajurit Himmler. Akan tetapi, 2 tahun selanjutnya, proyek itu berhenti. Karena, para prajurit menolak untuk membawanya. Sanat memalukan jika sampai tertangkap oleh musuh.

Graeme Donald yaitu penulis yang telah memperoleh berita adanya boneka sex Nazi ketika meng-investigasi sejarah boneka Barbie. “Saat saya sedang meneliti ini saya mendapatkan sebuah rekomendasi bagi boneka sex Nazi serta mendapatkan bahwa Hitler sudah memerintahkan penciptannya,” ungkapnya.

Betul maupun tidaknya berita itu, boneka sex komersial memang memiliki asal dari Negara Jerman. Ketika boneka Bild Lilli yang mempunyai tinggi 11,5 inchi dibuat pada tahun 1950-an serta mencontoh bentuk dari wanita sexy serta ter-inspirasi oleh kepribadian komik dewasa, Lili.

Dalam buku-nya, The Seks Doll : A History, Anthony Ferguson menyebutkan Bild Lilli merupakan ‘karikatur pornografi’. Walaupun diperjualkan bagi lelaki dewasa, boneka itu secara luas dianggap sebagai inspirasi dari Barbie.

Di Amerika Serikat (USA), boneka sex yang pertama kali dipromosikankan di majalah porno antara tahun 1968, saat menjual alat bantu sex melalui media massa diresmikan. Pada tahun 1980-an, boneka seperti itu dapat dijumpai di banyak sex shop, sebagian besar model tiup atau pompa seperti balon.

Informasi lengkap mengenai boneka sex dan cara pesan silahkan hubungi kami melalaui Call/Sms/Whatsapp 0853 1172 6777 PIN BBM DA7E3A23

Share