Bentuk Dan Fungsi Alat Bantu Sex Zaman Dahulu

Selasa, Maret 14th 2017.

dildo kupu elektrik

Hallie Lieberman pertama kalinya melihat dildo ataupun alat bantu sex pada waktu masih berumur sekitar 10 tahunan.

Pada waktu itu, dia pun mengira alat yang ditemukannya di sebuah motel Florida Keys sebagai alat peruncing pensil. Ternyata dari rasa penasaran tersebut yang kemudian membawanya menjadi seorang ahli dildo.

Dilansir dari fusion [dot] net, Lieberman saat ini menjadi salah seorang ‘dildografer‘ serta mendapatkan sebuh gelar doktor dibidang sejarah alat bantu sex dari University of Wisconsin.

Lebih dari semata-matac cuma urusan pemuas sex, dia meng-abdikan dirinya buat menekuni nuansa budaya alat-alat sex semacam dildo.

Ternyata, dildo telah dikenal semenjak era Es. Ya, waktu itu dildo dibikin dari pahatan batu maupun tulang hewan yang dibentuk menyerupai dengan alat vital pria.

Cincin Mr. P ada di Negara Jepang se-tidak-nya dalam waktu 500 tahun belakangan. Pada Abad yang ke-19, dildo kaca di Negara China diisi dengan susu maupun urin yang hangat bagi merangsang ejakulasi.

Lieberman menuturkan, “Alat vital kita enggak sempurna. Enggak selalu ber-tugas layaknya yang diidamkan. Jadi, sebagai seorang manusia, kita men-coba memper-baiki ketidaksempurnaan biologis dengan memakai alat bantu sex.”

Skandal mengenai masalah dildo sudah ada semenjak dahulu. Dikalangan bangsa Yunani Kuno, menurut Lieberman, terdapat kegelisahan bahwa para perempuan akan ber-henti meng-ingin-kan lelaki.

Bahkan, Anthony Comstock, Inspektur Pos di Negara Amerika Serikat (USA) pada masa Victoria, menyebutkan alat bantu sex sebagai “benda-benda karet yang enggak bermoral.” Dia pun memperkarakan pengiriman alat-alat erotis, alat bantu sex, serta alat KB lewat jasa layanan pos.

“Pada waktu itu, pemerintahan AS sangat anti alat bantu sex serta memperkarakan para produsen alat bantu sex (sex toys). Kita men-coba memusnah-kan industri ini serta tak berhasil. Sangat jelas terdapat keperluan manusia akan alat-alat ini.”

Lieberman sudah sangat penasaran semenjak masih berada di bangku sekolah menengah. Akan tetapi dia saat ini meluangkan waktunya, dalam beberapa tahun men-catat sejarah megenai alat bantu sex, sekaligus sebagai  informasi mengenai penerimaan masyarakat pada waktu tersebut.

Sejumlah penemuan bersejarah serta antropologi mengungkapkan adanya dildo di beragam budaya dunia semenjak zaman dahulu.

Informasi Mengenai alat bantu sex pria dan wanita serta cara pesan silahkan hubungi kami melalui Call/Sms/Whatsapp 0853 1172 6777 PIN BBM DA7E3A23

Share