Apa Sih Yang Di Maksud Dengan Dildo?

Jumat, Desember 4th 2015.

dildo berotot

Dildo maupun dildoe yaitu alat untuk masturbasi diperuntukkan untuk wanita. Dildo umumnya berwujud seperti Mr. P.

Enggak semua benda yang berwujud mirip phallus ialah dildo. Obyek-obyek semacam ini pun disembah serta dipakai sebagai objets d’art, tetapi definisi kamus buat ‘dildo’ mempunyai konteks jasmani atau fisik.

Sejarah

Dildo suah dipakai oleh manusia sejak dahulu. tentunya berapa lama tak diketahui, namun terdapat bukti bahwa dia sudah dipakai setidak-nya sekitar 2000 tahunan. Beberapa orang mengungkspkan bahwa batang-batang phallus yang di temu-kan di Gorge d’Enfer mungkin dipakai sebagai dildo pada masa Paleolithik, meskipun mereka lebih kerap diterjemahkan sebagai pelurus tombak. Se-buah phallus yang terbikin dari batu giok, yang mungkin dipakai sebagai dildo, serta di perkira-kan oleh banyak kurator berusia 4000 tahunan, pada saat ini di pajang di Museum Kultur Sex Tiongkok Kuno didekat Shanghai. Dildo pun disebut, secara gambar-an, dalam Alkitab.

Dildo dari batu sudah di temu-kan dalam beragam peng-gali-an arkeologis. Dildo dalam beragam wujud rupa-nya sudah terdapat dalam bermacam masyarakat sepanjang sejarah.

Asal usul kata

Kata “dildo” ke-mungkin-an ialah korupsi dari kata bahasa Italia “diletto“.

Kata ini pun mungkin di turun-kan dari “Dil Doul”, yang maknanya Mr. P yang tegak. Frase ini dipakai dalam se-buah lagu lama yang ber-judul “The Maids Complaint for want of a Dil Doul”. Lagu ini di temu-kan bersama lagu-lagu lainnya dalam perpustakaan Samuel Pepys.

Definisi dildo

Tak terdapat kesepakat-an mengenai definisi dildo yang pasti. Terdapat kesepakat-an umum bahwa se-buah alat yang tak ber-getar, menyerupai penis dalam wujud, ukuran, serta penampil-an umum, yaitu dildo. Beberapa orang pun memasukkan vibrator ke dalam definisi ini. Yang lainnya mengatakan bahwa alat bantu prostetis penis tak ter-masuk di dalam-nya. Beberapa alat dengan wujud penis di rancang buat di masuk-kan ke dalam mrs. v meskipun wujudnya tak menyerupai penis. Beberapa orang pun me-masuk-kan alat-alat buat penetrasi anal ke dalam definisi ini.

Bahan

Dildo-dildo purbakala dibikin dari batu, kayu, kulit, lilin, ataupun tanah liat. Dari bahan-bahan ini, dildo dari kulit dengan peng-isi yang keras dari kapas masih populer hingga sekarang ini. Dildo dari karet, umumnya di tambahi pegas dari baja buat membikinnnya kaku, mulai di produksi pada tahun 1940-an. Macam ini kurang me-muas-kan sebab terdapat kemungkinan cedera dari pegas baja jika karet-nya pecah.

Kemudian dildo dari PVC dengan peng-isi PVC lembut men-jadi populer. Sebagian besar dildo murah yang di jual sekarang ini menmakai bahan ini.

Dildo dari baja dengan lapis-an krom pun sudah dibikin, serta mempunyai beberapa penggemar, ter-utama mereka yang mem-praktek-kan BDSM. Macam ini kurang nyaman sebab tak lentur.

Pada tahun 1990-an, dildo karet silikon men-jadi populer, ke-cenderung-an yang kian me-ningkat dengan turun-nya harga. Macam ini semakin mudah buat di bersih-kan serta tak mempunyai bau plastik semacam PVC. Pada saat pertama di perkenal-kan, mereka cukup mahal, tetapi pada saat ini cukup ter-jangkau, serta men-jadikan-nya pilih-an buat pemakai pertama kali. Silicon menyerap panas badan cukup bagus, serta pula peng-hantar yang bagus buat getaran, sehingga pemakai mampu memegang vibrator pada ujung yang lainnya.

Yang semakin baru, dildo yang terbikin dari Pyrex pun muncul di pasar-an. Mereka cukup mahal, serta tak fleksibel, namun mempunyai penggemar, ter-utama sebab mereka mampu di panas-kan ke suhu tubuh dalam air hangat, serta disteril-kan dengan air men-didih.

Variasi

Dildo ganda dari latex sepanjang 18 inci.

Dildo dengan ujung ganda sudah diproduksi dalam beragam wujud. Dildo pun mampu di masuk-kan ke anus serta disebut butt-plug. Terdapat pula dildo ganda dengan ukuran ujung ber-beda, yang ke-dua ujung-nya menuju ke arah yang sama, dipakai oleh perempuan buat penetrasi baik vaginal ataupun anal.

Terdapat pula dildo yang dirancang buat digunakan seperti ikat pinggang, kadang dinakan strap-on dildo, ataupun digunkan di dalam, kadang dengan alat pengggetar di luar.

Strap on dildo pun mampu mempunyai dua ujung, sehingga perempuan mampu meng-alami penetrasi vaginal sambil me-masuk-kan dildo ke partner-nya. Macam ini pun dipakai dalam hubungan homoseksual, serta dalam hubung-an heteroseksual dengan penetrasi anal lelaki, dalam sejenis per-main-an tukar peran. Dalam hal ini di kenal se-bagai pegging.

Ter-dapat pula dildo yang di rancang buat di pasang di muka. Pun ter-dapat dildo yang mampu mengembang.

Informasi mengenai alat bantu sex pria dan wanita serta cara pesan silahkan hubungi kami di 085311726777 Pin BBM DA7E3A23

Share