Amankah Memakai Vibrator Ketika Hamil?

Rabu, September 9th 2015.

strap on vibrating

Seksual dengan vibrator ketika hamil? Aman atau ber-bahaya-kah? Apa-kah akan me-nimbul-kan efek bau?

Terdapat fantasi ter-sendiri bilaa ketika hamil mau ber-eksperimen dengan alat. Sejauh ini me-nurut Dr Douglas Ong, konsultan Obstetri serta Ginekologi Rs. Mt Elizabeth Medical Centre Singapura, memakai vibrator ketika hamil bukan me-rupa-kan sebuah masalah. Selama enggak terdapat penetrasi maupun pendarahan atau-pun pengalaman me-lahir-kan secara prematur.

Pemakaian vibrator ter-batas hanya bagi menstimulasi luar ketika masturbasi maupun sebelum ber-hubungan badan dengan pasangan.

Umumnya saat hamil, perempuan cenderung rada sukar men-dapat-kan orgasme, itu karenanya terdapat beberapa perempuan yang ber-eksperimen dengan menggunakan benda seperti vibrator.

“Seksual ketika hamil juga enggak mempunyai resiko berat bila me-laku-kan-nya dengan cara serta aturan yang benar,” terang Dr Ong.

Efek samping dari penggunaan vibrator sejauh ini juga menurut Dr Douglas Ong, belum banyak di temu-kan.

“bila banyak me-ngeluar-kan cairan ketika bersetubuh itu hanya sebatas hormon serta normal. Selama enggak ber-bau serta ber-ubah warna,” terang Dr Ong.

Bila risih, dengan banyak-nya cairan terdapat baik-nya memang di laku-kan pem-bersih-an kelamin, cara-nya dengan memakai peralatan yang betul. Jangan memakai semprotan (jet washer), sebab amat ber-bahaya.

Temui ginekolog Anda buat me-ngetahui penyebab sebetulnya banyak-nya cairan yang keluar, siapa tahu terdapat infeksi. Meskipun begitu, apa yang Anda makan pun mem-pengaruhi. Pemeriksaan cairan vegi akan me-nentu-kan organisme apa yang meng-ganggu serta mampu diobati dengan antibiotik yang sesuai.

Informasi mengenai alat bantu sex pria dan wanita serta cara pesan silahkan hubungi kami di 085311726777 Pin BBM DA7E3A23

Share