Alat Bantu Sex Toys Bikin Gairah Semakin Meningkat

Selasa, September 8th 2015.

vibrator rabbit pinkSupaya hubungan seksual menjadi semakin bervariasi, enggak sedikit lelaki yang menggunakan alat perangsang birahi semacam bulu-buluan, film, buku serta sebagainya. Bagaimana dengan Anda?

Jika Anda tergolong lelaki yang tekun membaca koran, majalah, maupun menonton televisi, Anda tentu setuju bahwa publikasi mengenai alat bantu seksual saat ini kian banyak disajikan. Ini disepakati oleh para peng-akses kita dalam poling kali ini, sebanyak 93, 75 % yang menyatakan bahwa mereka mengenal alat bantu seks toys ataupun alat perangsang sex lewat media massa. Mereka ini tiba dari kualifikasi pendidikan SMU, Diploma, S1 serta Pascasarjana, lajang maupun menikah, dengan tingkat peng-hasilan di bawah Rp 2 juta, sekitar Rp 2 juta serta Rp 5 juta, ataupun di atas Rp 5 juta.

Dengan status sosial lajang serta menikah, ber-penghasil-an sekitar Rp 2 juta serta Rp 5 juta, berpendidikan S1 serta Pascasarjana, sebanyak 75 % mengaku secara terus terang bahwa mereka ialah jenis lelaki yang sukar terangsang sampai memutuhkankan alat Bantu sekstoys. Sementara 25,00 % dengan kualifikasi pendidikan SMU serta peng-hasil-an di bawah Rp 2 juta serta masih lajang mengaku bukan lelaki yang sukar terangsang. Sampai lewat jawaban ini, dapat di asumsi-kan, bahwa pemakaian alat bantu seks toys untuk sebagian pengakses sedikitnya dimaksudkan pula buat menambah variasi pengalaman sex.

Mereka ini-lah, masih sebanyak 25, 00 % mengungkapkan bahwa pemakaian alat bantu sekstoys itu ber-dampak biasa saja, bahkan sebanyak 18, 75 % dari pengakses ber-kualifikasi SMU, lajang, dengan peng-hasil-an di bawah Rp 2 juta ini menuturkan enggak meng-alami peningkatan gairah seksual. Hal ini men-dukung asumsi di atas, mengenai ada-nya se-bagian pengakses yang memakai alat bantu seks sebagai variasi pe-ngalaman seksualitas semata.

Secara lebih jauh hal ini dapat di telusuri men-jadi beragam tujuan, tetapi baur buat semua pengakses. Sebanyak 40,00 % pengakses dengan kualifikasi pen-didik-an SMU, Diploma, S1, Pascasarjana menuturkan bahwa alat bantu seksual yang mereka pakai buat me-muas-kan pasangan. Dengan detail lebih jauh, se-banyak 26,67 % dari mereka sedikitnya ikut mem-beri-kan jawaban pada tujuan men-cipta-kan harmonisasi hubungan seksual yang di laku-kan ber-sama pasang-an. Meski-pun dengan jumlah sama, 26, 67 %, tetapi dengan kualifikasi pendidikan S1, lajang, ber-penghasil-an sekitar Rp 2 juta serta Rp 5 juta memaksudkan alat bantu seks itu hanya untuk me-muas-kan diri sendiri. Di sini memang poling enggak mem-persoal-kan apa-kah alat bantu seksual ini di terima secara ter-buka oleh pasangan maupun ditolak.

Tetapi menarik pula me-nelusuri kemudi-an, alat bantu seksual semacam apa saja yang disenangi para peng-akses. Di sini, meski-pun sama-sama mengetahui ke-berada-an alat bantu seksual dari media massa, tetapi tingkat peng-hasilan, status sosial, serta pula pendidikan ter-nyata mem-pengaruhi para pengakses dalam memilih alat bantu yang dipakai. Daya jangkau pem-beli-an serta pengetahuan ikut mem-pengaruhi seseorang dalam meng-konsumsi alat bantu seksual itu.

Mereka yang masih lajang, ber-pendidikan SMU, Diploma, dengan peng-hasilan di bawah Rp 2 juta serta di sekitar Rp 2 juta serta Rp 5 juta, sebanyak 46, 67 % me-ngaku lebih me-milih film sebagai alat bantu seksual ataupun alat perangsang-nya. Jika di kait-kan dengan per-kembangan sosial sekarang ini sebagai latar belakang, maka hadir-nya film-film porno bajakan agak-nya ikut andil dalam hal ini. Kita sama me-ngetahui bahwa film-film (VCD/DVD) porno bajak-an sekarang ini begitu gampang di dapat-kan serta harga-nya demikian murah. Seorang menteri bahkan pernah me-nyindir, bahwa hanya ratusan langkah dari istana presiden juga ada VCD/DVD porno bajak-an. Siapa saja, segala usia, dengan uang Rp 5 ribu mampu mem-beli-nya.

Lain contohnya dengan para peng-akses berpendidik-an S1, Pascarsarjana, dengan peng-hasilan sekitar Rp 2 juta serta Rp 5 juta, serta pula di atas Rp 5 juta, serta telah menikah, ter-nyata se-banyak 46, 67 % me-milih memakai obat-obatan, serta se-jumlah 6, 67 % memakai buku-buku. maknanya, material alat bantu seksual buat kalangan ini enggak begitu gampang didapat-kan, serta membutuhkan juga dukungan pengetahu-an ber-lebih mengenai obat-obatan maupun buku-buku yang dibutuhkan, tetapi enggak dijual bebas juga sebagai-mana VCD/DVD porno.

Mereka ini lebih jauh dapat dikenali lagi saat meng-hadapi per-tanya-an kapan mereka menggunakan alat bantu seks toys maupun alat perangsang itu. Sebanyak 53, 33 % dari mereka mengungkapkan memakainya hanya dalam kondisi ter-tentu. Maknanya, alat bantu seksual bukan-lah se-macam kebutuhan yang kemudian men-jadi ke-tergantung-an. Mereka ini lebih banyak di banding-kan peng-akses ber-pendidikan SMU, Diploma, lajang, ber-penghasilan di bawah Rp 2 juta serta sekitar Rp 2 juta serta Rp 5 juta yang me-ngakui telah memakai alat bantu seksual setiap kali berhubungan seksual.

Buat para pengakses macam ini, alat bantu seksual yang semula hanya dipakai sebagai variasi buat men-dapat-kan pengalaman seksual yang kian luas, ter-nyata men-jadi ketergantungan, yang boleh jadi akan me-nimbul-kan efek ke-lumpuh-an jika dilepaskan. 86, 67 % dari mereka ini secara terus terang me-ngakui telah meng-alami ke-tergantung-an pada alat bantu seksual yang dipakainya. Serta jika telah demikian yang ter-jadi, alat bantu seksual yang secara material yaitu “benda” itu, sekarang bisa saja sudah berubah menjadi “organ” seksual yang enggak dapat lagi di abai-kan. Jadi, sebaik-nya pemakaian alat bantu seksual memang hanya dalam kondisi-kondisi ter-tentu saja. Semacam saat badan kelelahan tetapi sang pasangan demikian berhasrat maupun saat angan-angan seksualnya telah me-muncak tetapi badan masih saja “malas. Alat bantu seksual akan meng-hidup-kan!!!

Cosviacantik toko online shop  menjual alat bantu sex pria dan aanita, terlengkap, terpercaya dan termurah.

Informasi mengenai alat bantu sex pria dan wanita serta cara pesan silahkan hubungi kami di 085311726777 Pin BBM DA7E3A23

Share