10 Kesalahan Dalam Memakai Kondom

Kamis, Maret 31st 2016.

kesalahan menggunakan kondom

Sebagian besar laki-laki mungkin sudah mengerti pemakaian kondom. Meskipun begitu, ternyata tidak sedikit dari mereka yang mengalami kegagalan serta berujung pada kehamilan ataupun penyakit tertentu. Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit (CDC) bahkan mem-perkira-kan, kegagalan memakai kondom mencapai sekitar 18 persen.

Padahal, jika dipakai dengan betul, kondom 98 persen efektif men-cegah kehamilan serta penyakit menular seksual. supaya tak me-laku-kan kesalahan lagi, simak penjelasan mengenai kesalahan pemakaian kondom, seperti dikutip laman Health, berikut ini:

1. Terlalu lama dipakai sesudah kemasan dibuka

“Terdapat banyak sperma ketika pra-ejakulasi,” ungkap Asisten Professor Klinis Obstetri serta Ginekologi di Northwestern University, Lauren Streicher, MD.

Bahkan bila dia tak ejakulasi, anda masih beresiko menebar sperma sehingga menyebabkan kehamilan serta me-nular-kan infeksi menular seksual. “Ber-henti menunda-nunda. Begitu anda siap me-lakukan-nya, ambil serta pakai kondom.”

2. Tak memeriksa kerusakan

Ini kesalahan pasang-an yang kerap terjadi. Sekitar 83 persen perempuan serta 75 persen laki-laki ternyata tak pernah memeriksa kondom sebelum dipakai, menurut studi dari Indiana University studi. “Pastikan kondom tak nampak usang, tak lengket, berubah warna, ataupun rusak.

3. Bocor.

Inilah ke-salah-an paling umum, sesudah membuka bungkus kondom serta me-meriksa-nya, tempat-kan ujung gulungan pada ujung mr. P. Hal ini perlu di laku-kan buat men-cegah kebocoran. id=”multi-page-1″>

4. Lapisan doubel

Hal ini pula men-jadi masalah, kondom dipakai buat sekali gunakan. Jika anda me-lapisi-nya dengan kondom lagi, maka hal ini bisa memicu ke-rusak-an,” terang Dr. Streicher.

5. Terlampau cepat menarik

Peneliti dari Indiana University me-nemu-kan, antara 13,6 persen serta 44,7 persen individu langsung melepas kondom sebelum hubungan seks selesai. Pasti aja, hal ini me-nempat-kan anda pada risiko kehamilan serta infeksi menular seksual.

6. Membeli ukuran yang salah.

“Selalu terdapat laki-laki yang membeli kondom extra besar, padahal dia tak mempunyai mr. P sebesar itu,” ungkap Dr. Streicher. Maka itu, penting untuk anda buat bersikap realistis danserta mencoba ukuran yang cocok. Bila kondom terlampau kecil, dapat rentan bocor. Bila terlalu besar, maka tak akan pas ketika berhubungan intim.

7. Lupa dipakai ketika akan oral

“Meskipun anda tak dapat hamil hanya dengan sex oral, namun anda masih beresiko terkena infeksi menular seksual,” urai Dr. Streicher. Ini berarti pemakaian kondom pun teramat penting.

8. Memakai pelumas yang salah

Pelumas bisa menjadi tambahan yang baik buat pengalaman bersetubuh memakai kondom. Tak hanya itu, pelumas pun mampu membikin sex semakin menyenangkan serta membantu mencegah latex robek. Tetapi, bila anda memilih pelumas yang salah, dapat jadi bencana.

“Tak semua pelumas tepat dengan kondom,” ungkap Dr. Streicher. “Setiap produk berbahan minyak mampu menyebabkan turun-nya kualitas kondom itu sendiri.”

9. Menyimpannya tak betul

Janganlah menyimpan kondom di dompet. Menurut Dr. Streicher, ketika kondom terkena gesekan maka mampu me-nyebab-kan lubang-lubang kecil, serta karetnya menjadi sama sekali tak bermanfaat. Belum lagi panas tubuh bisa me-nurun-kan kualitas-nya. Sebalik-nya, pastikan menyimpan kondom di tempat yang sejuk serta kering dan jauh dari sinar matahari ataupun panas.

10. Tak memakai condom sama sekali

“Setiap kali terdapat kontak kulit ke kulit, anda harus betul-betul memakai kondom,” ungkap Dr. Streicher.

Informasi mengenai produk alat bantu sex toy terbaru  silahkan menghubungi kami lewat Call/Sms/Whatsapp 085311726777 Pin BBM DA7E3A23

Share